Photobucket Photobucket SELAMAT DATANG DI WWW.EKARAHAYU.TK SEMOGA BERMANFAAT BAGI SEMUANYA BACA JUGA BLOG SAYA YANG LAIN KLIK DISINI

Apa Yang Anda Cari Ada Disini

Loading

Jumat, 19 November 2010

Dimana Letak Bahagia Anda?

Dimana Letak Bahagia Anda?



      "Tempat untuk berbahagia itu ada di sini. Waktu untuk
        berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan
        membuat orang lain berbahagia" - Robert G. Ingersoll
 apakah saat ini merasa bahagia?

Di mana letak kebahagiaan KITA sesungguhnya? Apakah
pada moleknya tubuh? ...Jelitanya rupa? ...Tumpukan harta?

....atau barangkali punya mobil mewah & tingginya jabatan?

Jika itu semua sudah KITA dapatkan, apakah KITA bisa
memastikan bahwa KITA *akan* bahagia?

Hari ini saya akan mengajak SEMUA untuk melihat, kalau
limpahan harta tidak selalu mengantarkan pada kebahagiaan

Dan ini kisah nyata...

Ada delapan orang miliuner yang memiliki nasib kurang
menyenangkan di akhir hidupnya. Tahun 1923, para miliuner
berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Amerika
Serikat. Saat itu, mereka adalah kumpulan orang-orang yang
sangat sukses di zamannya.

Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25 tahun sesudahnya!
Saya akan menyebutnya satu persatu :

=> Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel, perusahaan besi
      baja ternama waktu itu. Dia mengalami kebangkrutan total,
      hingga harus berhutang untuk membiayai 5 tahun hidupnya
      sebelum meninggal.

=> Richard Whitney, President New York Stock Exchange.
      Pria ini hrs menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing.

=> Jesse Livermore (raja saham "The Great Bear" di Wall
      Street), Ivar Krueger (CEO perusahaan hak cipta), Leon
      Fraser (Chairman of Bank of International Settlement),
      ketiganya memilih mati bunuh diri.

=> Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika
     Utara. Hupson sakit jiwa dan meninggal di rumah sakit jiwa.

=> Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung terbesar di dunia,
      meninggal di negeri orang lain.

=> Albert Fall, anggota kabinet presiden Amerika Serikat,
      meninggal di rumahnya ketika baru saja keluar dari penjara.

Kisah di atas merupakan bukti, bahwa kekayaan yang melimpah
bukan jaminan akhir kehidupan yang bahagia!

Kebahagiaan memang menjadi faktor yang begitu didambakan
bagi semua orang. Hampir segala tujuan muaranya ada pada
kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa merasakan *hidup*
jika sudah menemukan kebahagiaan.

Pertanyaannya... di mana kita bisa mencari kebahagiaan?
Apakah di pusat pertokoan? Salon kecantikan yang mahal?
Restoran mewah? Di Hawaii? di Paris? atau di mana?

Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu dicari kemana-mana...
karena ia ada di hati setiap manusia.

        Carilah kebahagiaan dalam hatimu!
        Telusuri 'rasa' itu dalam kalbumu!
        Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana...


Hari ini saya akan berbagi tips bagaimana kita sesungguhnya
bisa mendapatkan kebahagiaan *setiap hari*. Berikut adalah
tips yang bisa KITA lakukan:

1. Mulailah Berbagi!

    Ciptakan suasana bahagia dengan cara berbagi dengan orang
    lain. Dengan cara berbagi akan menjadikan hidup kita terasa
    lebih berarti.

2. Bebaskan hati dari rasa benci, bebaskan pikiran dari
    segala kekhawatiran.

    Menyimpan rasa benci, marah atau dengki hanya akan
    membuat hati merasa tidak nyaman dan tersiksa.

3. Murahlah dalam memaafkan!

    Jika ada orang yang menyakiti, jangan balik memaki-maki.
    Mendingan berteriak  "Hey! Kamu sudah saya maafkan!!".

    Dengan memiliki sikap demikian, hati kita akan menjadi
    lebih tenang, dan amarah kita bisa hilang. Tidak percaya?
    Coba saja!  :-)

4. Lakukan sesuatu yang bermakna.

    Hidup di dunia ini hanya sementara. Lebih baik KITA gunakan
    setiap waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan
    hal-hal yang bermakna, untuk diri sendiri, keluarga, dan
    orang lain. Dengan cara seperti ini maka kebahagiaan KITA    akan bertambah dan terus bertambah.

5. Dan yang terakhir, KITA jangan terlalu banyak berharap
    pada orang lain, nanti KITA akan kecewa!

Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung jawab masing-masing,
bukan tanggung jawab teman, keluarga, kekasih, atau orang lain.

Lebih baik kita perbanyak harap hanya kepada Yang Maha
Kasih dan Kaya. Karena Dia-lah yang menciptakan kita, dan
Dia-lah yang menciptakan segala 'rasa', termasuk rasa bahagia
yang selalu KITA inginkan. ^_^

Tidak ada komentar:

ARTIKEL TERKAIT


Kirim Komentar Anda Disini