Posisi ini sudah dikenal sebagai posisi bersalin yang alami. Beberapa suku di Papua dan daerah lain memiliki kebiasaan melakukan persalinan dengan cara berjongkok seperti ini. Oleh karena memanfaatkan gravitasi tubuh, ibu tidak usah terlalu kuat mengejan. Sementara bayi pun lebih cepat keluar lewat jalan lahir. Tak heran karena berbagai keunggulan tersebut, beberapa RS/RSB di Jakarta menerapkan posisi persalinan ini untuk membantu pasiennya.
Sedangkan kelemahannya, melahirkan dengan posisi jongkok amat berpeluang membuat kepala bayi cedera. Soalnya, tubuh bayi yang berada di jalan lahir bisa meluncur sedemikian cepat. Untuk menghindari cedera, biasanya ibu berjongkok di atas bantalan empuk yang berguna menahan kepala dan tubuh bayi.
Bagi para dokter, posisi ini dinilai kurang menguntungkan karena menyulitkan pemantauan perkembangan pembukaan dan tindakan-tindakan persalinan lainnya, semisal episiotomi.
Apa Yang Anda Cari Ada Disini
Loading
Sabtu, 02 April 2011
Melahirkan Dengan Posisi Jongkok
Pesan Pemilik Blog
Anda sedang membaca artikel tentang Melahirkan Dengan Posisi Jongkok dan saya sangat senang sekali jika anda menyebar luaskan atau copy paste artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link Melahirkan Dengan Posisi Jongkok ini sebagai sumbernya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar