Anak merupakan generasi penerus cita-cita bangsa, supaya tumbuh dan kembangnya optimal harus terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Masalah umum yang masih kita hadapi adalah gizi kurang. Salah satu faktor penyebabnya masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan gizi balita khususnya bahan makanan campuran. Pemberian Bahan Makanan Campuran (BMC) merupakan bahan yang mengandung tinggi karbohidrat dan protein sebagai satu solusinya. Bahan makan ini terdiri dari campuran antara kedelai dan beras karena mudah didapat dan mudah diolah sebagai jajanan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan berat badan balita (1-5 tahun) yang diberikan jajanan Bahan Makanan Campuran (BMC) dan tidak pada gizi kurang di desa Karangdayu Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro tahun 2012. Penelitian ini merupakan eksperimen semu, dengan desain time series. Populasinya semua balita dengan gizi kurang sebanyak 26, sampel diambil dengan teknik simple random sampling dengan besar sampel 12 responden kelompok perlakuan dan 12 responden sebagai kontrol. Variabel indenpendennya adalah pemberian BMC dan variabel dependennya adalah berat badan. Uji yang digunakan adalah uji statistiuk anova repeated measure untuk mengetahui pengaruh BMC pada kelompok perlakuan dan Analisis independent sample t-test untuk menguji perbedaan berat badan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.
Pada kelompok perlakuan terdapat kenaikan berat badan pada minggu pertama dan kedua setelah diberi BMC, dengan tren yang semakin meningkat seiring waktu. Hubungan linear ditunjukkan dengan sig. 0,002, artinya hubungan BMC terhadap berat badan linear, Sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami kenaikan. Kesimpulannya dengan diberikan BMC pada balita Gizi kurang, maka berat badan semakin meningkat. Berat badan balita gizi kurang yang diberi BMC lebih baik daripada yang tidak diberi BMC ada perbedaan berat badan sebelum diberi BMC. Karena itu peneliti merekomendasikan orang tua untuk membuatkan jajanan dari BMC sebagai jajanan yang mengandung nilai kalori dan protein yang tinggi.
Kata kunci: Bahan Makanan Campuran, balita, Gizi kurang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar